Tren Berjemur Tangkal Virus Corona Saat Pandemi

April 2, 2022 0 Comments

Oleh : Amin Wijaya AMR, Radiografer RSIY PDHI.

WHO (Badan Kesehatan Dunia) secara resmi mengumumkan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas di seluruh dunia.Di Indonesia total kasus terkonfirmasi positif melebihi angka 2,67 juta (update 15 Juli 2021).

Pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menekan penyebaran virus covid 19 dengan menerapkan kebijakan diantaranya PSBB, Larangan mudik,Tatanan Normal Baru dan terakhir PPKMDarurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021. Kewajiban penerapan protokol kesehatan (5M) senantiasa di gaungkan di semua sektor lini masyarakat.

Selain penerapan prokes (5M), masyarakat dengan kesadaran diri berupaya meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi jamu-jamuan, berolahraga sekaligus berjemur. Berjemur di bawah sinar matahari belakangan menjadi salah satu tren di tengah pandemi virus Covid-19. ”Katanya” sinar matahari mampu membunuh virus corona, benarkah?

Berdasarkan riset yang dipublikasi oleh National Centre for Biotechnology Information (NCBI), paparan sinar matahari berkorelasi signifikan dengan pemulihan dari Covid-19. Sinar matahari mengaktifkan provitamin D yang ada ditubuh menjadi vitamin D aktif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.Dengan memiliki sistem imunitas yang tinggi, tubuh dapat secara langsung mencegah dan melawan virus dalam tubuh termasuk virus corona. selain untuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang, Vitamin D juga penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh seseorang.

Berikut manfaat berjemur, selain meningkatkan imun tubuh:

Meningkatkan kesehatan tulang

Vitamin D merangsang penyerapan kalsium dan fosfor dalam makanan untuk menguatkan tulang. Selain itu, kandungan vitamin D3 dalam tubuh berperan membentuk kepadatan tulang.

Menurunkan tekanan darah.

Tubuh melepas senyawa nitric oxide ke dalam pembuluh darah saat berjemur. Senyawa ini berfungsi dalam membantu menurunkan tekanan darah.

Penyembuhan kelainan kulit.

Sinar matahari mampu menyembuhkan kelainan kulit, seperti eksim, jerawat, penyakit kuning serta infeksi akibat jamur.

Meningkatkan Fungsi otak.

Sinar matahari memicu pertumbuhan sel saraf di hippocampus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab dalam membentuk, mengatur, dan menyimpan ingatan.

Lalu, kapan waktu dan durasi yang tepat untuk berjemur? Menurut dr. RM. Rendy Ariezal Effendi, SpDV (Staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD) waktu yang tepat untuk di negara tropis seperti Indonesia, berjemur sekitar pukul 9 pagi sudah cukup untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Sedangkan durasi yang baik selama 15-30 menit dan jangan terlalu lama berjemur karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan kulit.

Kegiatan berjemur dengan durasi dan waktu yang tepat, memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Selain rajin berolah raga, mengonsumsi makanan sehat dan istirahat yang cukup, adalah bentuk ihtiar dalam menjaga kesehatan sebagai wujud rasa syukur kita atas karunia-Nya. Meski demikian, berjemur di pagi hari bukan satu-satunya cara meningkatkan imun agar kuat menghadapi Virus Corona, tetap dibutuhkan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi Covid 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.