Pengelolaan Makanan pada Penderita Penyakit Asam Urat

Pengelolaan Makanan pada Penderita Penyakit Asam Urat

Oleh : Dini Handayani, Kepala Unit Gizi RSIY PDHI

 Timbulnya berbagai macam penyakit dalam tubuh kita tidak lepas dari bagaimana pola hidup yang kita lakukan dalam sehari-hari, salah satu di antaranya adalah pola makan. Pola makan yang tidak sehat  akan memiliki resiko lebih besar terkena berbagai penyakit, sebaliknya dengan pola makan yang sehat maka tubuh kita akan terhindar dari berbagai penyakit. Dengan menjaga pola makan yang sehat dan rajin berolah raga merupakan cara yang cukup efektif dalam menjaga kebugaran tubuh.

Salah satu jenis penyakit yang banyak diderita kebanyakan orang usia di atas 30 tahun karena tidak sehatnya pola makan adalah penyakit asam urat. Penyakit asam urat disebabkan oleh adanya hambatan ekskresi asam urat melalui urine yang disebabkan oleh suatu proses penyakit, pengunaan obat-obatan tertentu atau akibat langsung pembentukan asam urat yang berlebihan yang dapat berasal dari minuman beralkohol atau konsumsi berlebihan makanan tinggi kandungan purin di dalamnya. Ketidakmampuan ginjal dalam mengeluarkan zat asam urat dalam darah karena ginjal yang kurang sehat juga dapat menjadi penyebabnya.

Ginjal yang sehat atau normal akan mampu mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna dalam darah termasuk zat asam urat bersama urine. Walaupun kita mengkonsumi makanan yang banyak mengandung zat purin, insya Allah tidak akan banyak masalah apabila kondisi ginjal kita sehat dan normal.

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita penyakit asam urat di antaranya adalah sendi nyeri, ngilu, linu atau kesemutan biasanya terjadi pada pagi hari (saat bangun tidur) bahkan terkadang sampai membengkak dan berwarna kemerahan (meradang). Biasanya rasa nyeri terjadi di sendi jari kaki, jari tangan, dengkul, tumit, pergelangan tangan serta siku. Agar dapat mengetahui lebih pasti kadar asam urat dalam darah harus dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Untuk kadar asam urat dalam darah normalnya pada laki-laki berkisar 3,5 hingga 7 mg/dl dan pada perempuan berkisar 2,6 hingga 6 mg/dl.

Biasanya pada sebagian besar penderita penyakit asam urat tidak jarang juga mempunyai penyakit lain seperti diabetes, hipertensi dan lainnya. Adanya faktor kegemukan (obesitas) juga banyak dijumpai pada penderita asam urat. Bahkan bila penyakit asam urat tidak segera diobati maka bisa berkembang menjadi penyakit ginjal.

Segeralah konsultasi ke dokter bila ditemukan gejala di atas dan bila hasil cek darah kita menunjukkan kadar asam urat yang lebih tinggi dari normal. Selain itu tentunya pengaturan pola makan menjadi hal yang penting untuk diterapkan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita penyakit asam urat terkait pada pengelolaan pola makan yaitu:

  1. Makanan yang boleh dimakan (kelompok I, kadar purin rendah sehingga bisa dimakan setiap hari) yaitu nasi, roti, mie, bubur, roti tawar, gandum, makaroni, jagung, kentang, ubi, talas, sereal, bihun, tepung beras, puding, telur ayam, susu rendah lemak/susu skim dan semua buah-buahan kecuali alpukat, durian dan nanas.
  1. Makanan yang harus dibatasi (kelompok II, kadar purin sedang 9 -100 mg purin/100 gr bahan makanan) yaitu daging ayam, daging sapi, ikan tongkol, tengiri, bawal, bandeng (maksimal dikonsumsi 50 – 75 gr/ hari), tempe, tahu, oncom, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai dan hasil olahannya), sayuran atau 1 mangkok sayur 100 gr sehari (bayam, buncis, daun melinjo, labu kapri, kacang polong, kembang kol, kacang panjang dan jamur), makanan yang berlemak dan penguna santan encer serta teh dan kopi.
  2. Makanan yang harus dihindari (kelompok III, kadar purin tinggi 100 – 1000 mg / 100 gr bahan makanan) yaitu otak, hati jantung, ginjal, jerohan, paru, limpa, ham, sosis, babat, usus, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sarden, makarel, kerang, udang, kepiting, cumi-cumi, ragi, crackers, kue kering, santan kental dan

Untuk mengurangi resiko asma urat ada beberapa tips diet rendah purin yang bisa dilakukan terutama dalam menjaga pola makan diantaranya yaitu:

  1. Memasak dengan cara direbus, dikukus, ungkep, tumis, panggang atau bakar.
  2. Perbanyak makan buah-buahan yang berair untuk memperlancar pengeluaran asam urat.
  3. Olah raga secara teratur, untuk mencegah kaku sendi.
  4. Bila disertai dengan darah tinggi atau penyakit jantung diberikan pula diet rendah garam.
  5. Hindari minuman atau suplemen berenergi atau konsultasikan dengan dokter.
  6. Banyak minum air putih.
  7. Berhenti merokok dan minum alkohol.

Selain untuk mengurangi resiko penyakit asam urat, tips di atas juga akan membuat ginjal kita tetap sehat. Bila kondisi ginjal sehat dan bisa bekerja dengan baik maka resiko penyakit asam urat akan dapat dihindari.

0 Komentar