Mengatasi Overthinking!

Mengatasi Overthinking!

Oleh: dr.  Afif Azhrul Firdaus (DokterUmum RS Islam Yogyakarta PDHI)

Istilah “overthinking” populer beberapa waktu ini. Overthinking adalah istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir.Wallahua’lam apakah sudah ada definisi baku dari istilah ini. Namun, bertahun-tahun yang lalu sudah ada bahasan mengenai “thinking too much”, yang secara bahasa mirip dengan overthinking. Thinking too much adalah suatu kondisi berpikir mendalam yang disertai dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang telah terjadi atau masa depan, biasanya disertai dengan gangguan kognitif, misalnya penurunan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan problem solving. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas seseorang.

Setidaknya ada empat cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking.

  1. Kendalikan pikiran

Yakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah Ta’ala. Apa yang terjadi merupakan kehendak Allah, yang tidak luput dari ilmu dan kuasa-Nya. Dan segala sesuatu berjalan dengan hikmah dan keadilan-Nya.

Begitu pula tidak ada sesuatupun yang akan menimpa kita kecuali dalam pengawasan dan kuasa Allah. Dan tidak ada seorang pun makhluk bias memberikan madharat, kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala.

Maka kita memohon pertolongan dan keselamatan kepada Allah. Dialah yang maha pengasih kepada hamba-Nya. Dan akan selalu memberikan pertolongan dan jalan keluar bagi hamba yang bertakwa kepada-Nya.

Jika kekhawatiran muncul, ingat kembali ayat maupun hadits tentang tawakkal. Begitu pula kisah-kisah orang terdahulu tentang bagaimana besarnya pertolongan Allah bagi hamba-Nya. Rutinkan pula dzikir pagi dan petang.

  1. Carilah dukungan sosial

Carilah orang yang sekiranya dapat membantu Anda mengurai kecemasan. Catatan pentingnya adalah pilih orang yang ‘alim dan amanah. Sampaikan permasalahan dan mintalah saran atau bahkan bantuan. Jika Anda merasa apa yang alami berat dan sangat mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

  1. Ikuti kegiatan sosial

Aktiflah dalam kegiatan sosial. Tentu saja yang ma’ruf dan diperbolehkan oleh syariat. Misalnya mengikuti kajian, kelompok tahsin, kelompok belajar, dsb. Atau sekedar bersilatul ukhuwah dengan rekan-rekan Anda. Meskipun mungkin tidak secara langsung mengurangi overthinking, namun insyaAllah kegiatan tersebut dapat memperbaiki suasana batin Anda.

Bukankah salah satu nikmat di surga adalah saling berbincang dengan sesama penghuni surga?

  1. Distraksi

Lakukan pengalihan dari overthinking yang Anda alami. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Jika Anda terlalu penat dengan keseharian, berhentilah sejenak. Sesekali melakukan hobi yang mubah tidaklah dilarang. Apalagi dalam konteks menenangkan diri.

Walaupun, melakukan hal-hal produktif lebih baik. Aktivitas yang dapat dilakukan misalnya memasak, berkebun, berjualan, dan lain sebagainya.

  1. Konsultasi ke psikiater

Jika  Anda merasa bahwa kondisi overthinking sudah mengganggu aktivitas dan kualitas hidup, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikiater / dokter spesialis kedokteran jiwa.

Demikian tips tentang mengatasi overthinking. Semoga Allah Ta’ala selalu menjaga kita. Semoga Dia hindarkan kita dari waswas dan kondisi kegalauan yang sangat disukai oleh setan. Karena kondisi galau tersebut dapat menjadi penghambat seseorang untuk giat beramal shalih. Semoga bermanfaat.

Wallahua’lam.

Referensi :

Kaizer, BN, Haroz, EE, Kohrt, BA, Bolton, PA, Bass, JK, & Hinton, DE 2015, “Thinking too much”: A Systematic review of a common idiom of distress, Social Science Medicine, No. 147.

0 Komentar