Manajemen Masjid Berbasis Rumah Sakit Islam

Manajemen Masjid Berbasis Rumah Sakit Islam

Oleh: Ust. Dudu Ridwanulhak, S. Th. I., M.SI (Kepala Unit Bina Rohani Islam RSIY PDHI)

Manajemen secara umum  diartikan sebagai suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dalam perkembangannya, ilmu manajemen sendiri tidak hanya digunakan dalam sebuah perusahaan baik skala besar atau kecil tapi  juga dalam berbagai usaha atau organisasi seperti halnya masjid atau mushola. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah umat muslim terbanyak, berdirinya masjid dan mushola sebagai tempat ibadah dan pusat dakwah menjadi salah satu indikasi perkembangan dan kemajuan umat Islam.

Agar bisa berjalan dengan baik masjid sebagai tempat ibadah dan juga tempat dakwah maka perlu adanya penerapan prinsip-prinsip manajemen. Diharapkan dengan manajemen yang baik masjid bisa menjadi tempat berkumpulnya umat dalam menjalankan ibadah serta pusat dakwah yang efektif.

Banyak masjid yang dalam pengelolaan kegiatannya belum menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Pada prinsipnya manajemen yang diterapkan dalam sebuah masjid tidak jauh berbeda dengan manajemen di perusahaan, yang membedakan  hanya objeknya. Manajemen masjid sendiri secara spesifik bisa diartikan sebagai suatu aktifitas yang diusahakan terkait bagaimana mengelola masjid dengan baik, benar dan profesional dengan harapan bisa meningkatkan jama’ah sehingga terciptanya masyarakat yang baik, sejahtera, rukun, damai dan mendapat berkah serta rahmat Allah SWT.

       Dalam manajemen masjid ada tiga bagian yang harus ada, yaitu :

Idaroh (pengorganisasian).

Idaroh merupakan bagian yang berfungsi menyelenggarakan dan mengelola organisasi dan melaksanakan fungsi administrasi. Idaroh merupakan bagian penting manajemen seperti halnya sebuah masjid yang di dalamnya akan dirancang, dibagi dan diatur berbagai aspek yang ada di dalam organisasi tersebut. Disini akan diatur mulai bagaimana mengatur organisasi yang ada terkait dengan penyusunan struktur organisasi terkait orang-orang yang menjadi pengurusnya. Karena maju mundurnya sebuah organisasi akan sangat tergantung pada bagaimana pengurusnya bekerja dan menjalankan tugasnya. Kemudian dalam bagian idaroh juga ada fungsi administrasi yang mengatur segala bentuk administrasi seperti surat-menyurat. Untuk kelengkapan dalam administrasi sebuah masjid setidaknya pengelola harus memiliki buku catatan keuangan atau kas, rekapitulasi para jama’ah , data kegiatan, program atau rencana berbagai kegiatan yang akan dan telah terlaksana kemudian data surat-menyurat dan kelengkapannya seperti kop surat dan stempel dengan logo masjid tersebut.

Imaroh (pemakmuran)

Imaroh adalah bagian yang bertugas untuk melaksanakan berbagai usaha dalam rangka memakmurkan masjid. Berbagai kegiatan pemakmuran masjid ini bisa berupa pengajian umum bulanan, pengajian khusus karyawan, pengajian peringatan hari besar Islam, pelaksanaan sholat 5 waktu dan juga pelaksanaan sholat Jum’at. Setidaknya dengan dilakukannya berbagai kegiatan keagamaan diharapkan bisa menarik masyarakat sekitar untuk senantiasa memakmurkan masjid.  Dengan kegiatan keagamaan yang selalu dilakukan maka fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan dakwah akan berjalan dengan baik. Kemudian yang tidak kalah penting sebagai masjid yang ada di lingkungan rumah sakit diharapkan kegiatan yang dilakukan bisa memberikan pencerahan atau motivasi bagi pasien dan keluarganya.

Ri’ayah (pemeliharaan)

Ri’ayah adalah bagian yang bertugas melakukan pemeliharaan, menjaga dan  mengembangkan baik itu berupa bangunan fisik dan fasilitas pendukungnya. Secara fisik tentunya masjid yang bagus adalah yang punya bangunan yang bagus, mudah diakses serta punya berbagai fasilitas yang dibutuhkan dalam menjalankan ibadah. Tentunya untuk mewujudkan hal ini memerlukan donasi dalam pengembangannya. Kemudian selain itu harus juga diperhatikan oleh bagian ri’ayah ini di antaranya adalah pengadaan atau pemeliharaan sarana elekronika, tersedianya perlengkapan sholat, rak sepatu untuk jama’ah  yang memadai, tersedianya sarana kebersihan dan lemari untuk arsip. Dalam hal pengembangan dan pemeliharaan ini seperti halnya masjid yang lain, salah satu sumber dana yang bisa diandalkan adalah dari shodaqoh atau infak jama’ah.

Hal terpenting adalah adanya kerjasama yang baik antara satu bagian dengan bagian lain. Satu hal yang berbeda pada manajemen masjid yang ada di rumah sakit Islam dengan masjid secara umum adalah jama’ah yang berasal dari pasien atau keluarga pasien yang akan berpengaruh pada program atau bentuk kegiatan yang dilakukan di masjid tersebut. Tentunya bentuk kegiatan keagamaan yang bisa dilakukan oleh masjid yang ada di lingkungan rumah sakit setidaknya bisa memberikan motivasi atau dorongan psikologis terhadap pasien dan keluarganya.  Dengan label rumah sakit Islam keberadaan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan di dalamnya akan memberikan ciri tersendiri bagi rumah sakit tersebut dan yang lebih penting bisa bermanfaat bagi pasien, keluarga serta masyarakat sekitar.