Bahaya Merokok Bagi Jantung Dan Pembuluh Darah

Bahaya Merokok Bagi Jantung Dan Pembuluh Darah

Oleh: dr. Anggoro Budi Hartopo, Sp.PD.

Bahaya merokok bagi kesehatan telah diketahui mempengaruhi penyakit pernapasan, seperti bronkitis kronis, kanker paru-paru dan emfisema. Di samping berbahaya bagi saluran pernapasan dan paru-paru, efek merokok juga ditemukan pada sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Merokok telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang memperbesar kemungkinan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, stroke, penyakit pembuluh nadi perifer dan pelebaran pembuluh nadi besar (aneurisma aorta).

Penyakit Jantung Koroner

Merokok meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dua hingga empat kali dibandingkan individu yang tidak merokok. Risiko ini meningkat seiring dengan lama merokok dan banyaknya rokok yang dihisap. Merokok menyebabkan kenaikan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL) dan menurunkan kolesterol baik (kolesterol HDL) dalam darah, sehingga kolesterol jahat mengendap dalam pembuluh darah koroner yang dapat menyebabkan pengerasan (aterosklerosis) dan penyempitan (stenosis) pembuluh darah koroner. Para perokok cenderung mengalami serangan jantung yang berat, yaitu serangan jantung akibat kombinasi tiga penyakit: pengerasan, penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah koroner.

Stroke

Merokok meningkatkan risiko terkena stroke dua hingga empat kali dibandingkan individu yang tidak merokok. Merokok mempercepat proses pengerasan dan penyempitan pembuluh darah otak ini akibat tingginya kadar kolesterol jahat dan rusaknya dinding pembuluh darah sehingga timbul endapan-endapan kolesterol dalam pembuluh darah otak. Merokok juga menyebabkan darah cenderung mengental dan menjendal, sehingga mempermudah terbentuknya sumbatan di pembuluh darah otak. Penyempitan dan sumbatan pembuluh darah di otak menyebabkan stroke iskemik. Di samping itu, merokok meningkatkan tekanan darah yang apabila tidak terkontrol dengan baik menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak dan terjadilah stroke perdarahan (stroke haemorrhagic).

Penyakit Pembuluh Nadi Perifer

Merokok meningkatkan risiko terkena penyakit pembuluh nadi perifer sepuluh hingga enam belas kali dibandingkan individu yang tidak merokok. Semakin lama merokok dan semakin banyak rokok yang dihisap, maka risiko terkena semakin tinggi. Pembuluh nadi perifer yang paling sering terkena  adalah pembuluh nadi di kaki. Merokok menyebabkan pengerasan, penyempitan, pengerutan dan pengurangan oksigen sehingga menyebabkan penyakit pembuluh nadi perifer. Gejala yang dirasakan adalah nyeri pada tungkai dan kaki baik saat dipakai untuk aktivitas (jalan, naik tangga, atau naik sepeda) atau saat istirahat. Pada kondisi yang parah, jaringan di kaki bisa mengalami kematian yang ditandai dengan rasa dingin di kaki, hilangnya denyut pembuluh nadi dan perubahan warna menjadi kehitaman. Penjendalan darah dan sumbatan yang terjadi di pembuluh nadi perifer pada perokok juga dapat menyebabkan timbulnya kematian jaringan di kaki yang mendadak.

Pelebaran Pembuluh Nadi Besar (Aneurisma Aorta)

Merokok meningkatkan risiko terkena penyakit pelebaran pembuluh nadi besar tiga hingga enam kali dibandingkan individu yang tidak merokok. Pelebaran pembuluh nadi besar ini dapat mengakibatkan kematian bila pembuluh nadi yang melebar ini pecah. Selain merokok, faktor usia lanjut, jenis kelamin laki-laki dan tekanan darah tinggi juga mempengaruhi terjadinya pelebaran pembuluh nadi besar ini. Meskipun alasan merokok menyebabkan pelebaran pembuluh nadi besar belum diketahui, namun diduga terjadi akibat proses timbunan kolesterol jahat, pengerasan pembuluh nadi (aterosklerosis) dan peradangan kronis pada dinding pembuluh nadi besar yang diperparah oleh merokok. Merokok juga diduga mempermudah proses perusakan dinding pembuluh darah nadi besar  yang elastis oleh enzim perusak sehingga dinding pembuluh nadi melemah dan pembuluh darah melebar

0 Komentar