Menjadi Orang Tua Asuh, Asih dan Asah di Era Millenial

Menjadi Orang Tua Asuh, Asih dan Asah di Era Millenial

Periode unik yang hanya terjadi pada anak adalah tumbuh kembang. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi genetik (ras, ada tidaknya kelainan kromosom). Faktor eksternal terbagi menjadi faktor prenatal (sebelum kelahiran/persalinan), natal (saat persalinan) dan postnatal (setelah persalinan).

Yang berperan pada masa sebelum kelahiran antara lain adalah gizi/nutrisi ibu saat mengandung, paparan terhadap bahan kimia, infeksi yang diderita ibu selama anak masih dalam kandungan,dll. Trauma saat persalinan dan berat lahir yang rendah (baik prematur maupun tidak) juga memegang peran dalam mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak pada fase natal. Faktor setelah kelahiran yang banyak berperan antara lain upaya orang tua untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi anak, serta pola asuh yang diterapkan dalam keluarga.

Kebutuhan Asih, Asuh dan Asah

Dalam prosesnya tumbuh kembang mempunyai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Yaitu kebutuhan asuh, asih dan asah. Kebutuhan ini menjadi dasar agar anak dapat berkembang optimal. Kebutuhan ASUH meliputi penyediaan pangan, sandang, papan, kesehatan dan rekreasi. Nutrisi terbaik untuk bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI, karena didalamnya mengandung laktosa tinggi yang merupakan sumber energi utama dalam perkembangan otak bayi.

Selain itu perlu pula dipenuhi kebutuhan kesehatannya salah satunya adalah imunisasi sebagai pencegahan penyakit yang berat. Dalam program pemerintah terdapat lima imunisasi yang perlu dipenuhi sebagai imunisasi dasar, yaitu hepatitis B, polio, BCG, DPT dan campak. Imunisasi tersebut berguna untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan berat, yang jelas akan mempengaruhi/menghambat perkembangan anak.

Kebutuhan ASIH meliputi kasih sayang yang harus diberikan oleh orangtua, pemenuhan kebutuhan ini merupakan pembentukan kepercayaan dasar terhadap lingkungan tempat anak berkembang. Tahap pertama dimulai ketika ibu mulai menyusui bayi, dimana pada saat ini terjadi kontak fisik dan mata antara ibu dan bayinya.

Kebutuhan dasar ketiga adalah ASAH. Hal ini dapat dipenuhi dengan mudah jika anak mendapatkan pemenuhan kebutuhan asuh dan asih yang baik. Kebutuhan asah dipenuhi dengan memberikan stimulasi pada anak. Stimulasi penting diberikan dalam upaya mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Anak yang mendapatkan stimulasi yang terarah akan cepat berkembang dibanding anak yang kurang/tidak mendapat stimulasi. Stimulasi juga berfungsi sebagai penguat informasi yang bermanfaat bagi perkembangan anak. Stimulasi yang dimaksud adalah perangsangan yang berasal dari lingkungan luar anak antara lain berupa latihan atau bermain. Stimulasi yang tepat dan berkesinambungan akan menyebabkan pembentukan kompleksitas jaringan saraf yang lebih baik. Kompleksitas tersebut akan bertahan lama dengan stimulasi yang terus menerus.

Memberikan Stimulasi pada Anak

Dalam memberikan stimulasi orangtua perlu memperhatikan beberapa prinsip. Prinsip pemberian stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang aman dan nyaman, merangsang semua sistem indera, memperhatikan tahapan perkembangan dan memperhatikan tanda-tanda kelelahan. Suasana aman dan nyaman dapat terbentuk bila anak percaya terhadap lingkungannya (pembentukan basic trust). Suasana ini dapat dimulai dibentuk sejak anak dalam kandungan dimana orangtua memberikan nutrisi yang cukup serta kebutuhan kasih sayang dan kesehatan yang memadai hingga persalinan.

Periode berikutnya dilanjutkan dengan pemberian ASI dengan menetek langsung pada ibu. Dalam proses ini terjadi beberapa hal sekaligus. Ibu memberikan kebutuhan pangan dan kasih sayang pada anak, karena ketika anak menyusu langsung pada payudara ibu maka terjadi kontak fisik yang erat (bonding), pada kondisi ini anak mendapatkan rasa aman dan nyaman yang pertama dari orang tua. Ikatan ibu anak yang erat, mesra, selaras, seawal dan sepermanen mungkin sangat penting karena turut menentukan perilaku anak di kemudian hari, merangsang perkembangan otak anak, dan merangsang perhatian anak pada dunia.

Stimulasi yang optimal harus merangsang seluruh indera. Baik indera penglihatan, penciuman, perabaan, rasa dan pendengarannya. Terdapat empat aspek perkembangan yang harus diperhatikan yaitu aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial perilaku. Kebutuhan untuk memenuhi keempat aspek tersebut membutuhkan stimulasi yang optimal pada semua indera. Stimulasi penting disesuaikan dengan tahapan perkembangan. Stimulasi akan memberikan hasil optimal jika sesuai dengan kematangan/maturasi otak, jika stimulasi dilakukan terburu-buru atau berlebihan justru akan berakibat menghambat perkembangan anak karena anak menjadi bingung.

Dalam kondisi sekarang ini tak jarang kita temui adanya anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara disebabkan oleh overstimulasi (penggunaan bahasa asing sebelum anak memahami bahasa ibu). Prinsip lain dalam pemberian stimulasi adalah memperhatikan tanda-tanda kelelahan. Jika anak terlalu lelah justru stimulasi yang diberikan tidak akan dapat diterima dengan baik, apalagi jika disertai dengan pemaksaan akan menyebabkan anak semakin menolak semua stimulasi yang diberikan oleh orangtua dan lingkungannya.

Dengan prinsip tersebut jelas bahwa dalam melakukan stimulasi yang menjadi penentu adalah anak dengan semua kemampuan dan kemauannya. Setiap anak adalah mahluk yang unik. Anak juga tidak suka dibandingkan, atau bahkan dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak dia sukai. Pada tahapan perkembangan usia dini, anak justru akan belajar banyak hal dengan cara bermain, dengan bermain pula anak dapat mengeksplorasi, berkomunikasi dan menghadapi reaksi dari lingkungannya.

Stimulasi yang tepat adalah bertujuan untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi/kemampuan genetiknya. Sehingga diharapkan orangtua tidak terjebak di dalam menentukan target pertumbuhan dan perkembangan anaknya untuk pemenuhan kebutuhan sosial orangtua.

Oleh : dr. Fita Wirastuti, MSc., SpA, Dokter Spesialis Anak RSIY PDHI.

PRESTASI

logo_paripurna_syariah_rsiy_pdhi-min

JADWAL DOKTER

No upcoming events for today

Agenda / Event