Pertolongan Pertama di Era Pandemi Covid-19

Pertolongan Pertama di Era Pandemi Covid-19

Oleh: dr. Afif Azhrul Firdaus, Dokter Umum RSIY PDHI

Pada kehidupan sehari-hari, tak jarang kita menemukan kondisi kegawatdaruratan. Kondisi tersebut bermacam-macam, termasuk yang mengancam nyawa. Di antara kasusnya ialah kecelakaan lalu lintas, seseorang ditemukan tidak sadar secara tiba-tiba, terjatuh dari ketinggian, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut dapat menimpa keluarga, tetangga, ataupun orang yang tidak kita kenal. Mereka semua membutuhkan pertolongan.

Namun pada masa pandemi Covid-19 ini sebagian masyarakat merasa khawatir untuk memberikan pertolongan pertama. Padahal dengan cara yang baik dan benar Insyaallah risiko penularan dapat ditekan. Dengan demikian orang-orang yang tertimpa kemalangan sehingga mengalami kecelakaan atau kesakitan yang berat dapat diberikan pertolongan segera.

Bagaimanakah tips untuk memberikan pertolongan pertama yang aman pada kondisi covid-19 ini? Berikut paparan singkatnya. Pada prinsipnya tata cara pertolongan pertama tidak berbeda dengan kondisi sebelum Covid-19. Penolong perlu memahami dasar-dasar pertolongan pertama sesuai kasus yang ditemukan. Pada masa pandemi Covid-19, yang perlu ditingkatkan ialah upaya pencegahan penularan.

Langkah-Langkah Pertolongan Pertama

Dengan demikian, langkah-langkah pertolongan pertama yang disarankan sebagai berikut.

Pastikan kondisi sekitar aman sebelum memberikan pertolongan.

Amankan lingkungan terlebih dahulu. Pada kasus kecelakaan lalu lintas, kondisikan jalanan terlebih dahulu sehingga aman bagi korban dan penolong. Jika Anda melihat orang tidak sadar, lihat apakah di sekitarnya ada kabel dan benda berbahaya lainnya. Itulah contoh mengamankan kondisi lingkungan.

Panggil bantuan.

Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk memberikan pertolongan pertama. Panggil bantuan orang sekitar dan panggil tim medis/ambulans gawat darurat. Berikan pertolongan sampai tim yang lebih kompeten datang. Sebagai catatan, hindari jumlah orang terlalu banyak yang akan menimbulkan kerumunan. Hal ini meningkatkan risiko penularan.

Gunakan alat pelindung diri (APD).

Tingkat kelengkapan APD yang dibutuhkan bervariasi, tergantung kasus. Namun masker adalah APD minimal yang seharusnya Anda gunakan. Sebaiknya gunakan masker bedah. Jika tersedia, gunakan sarung tangan, penutup wajah/mata, dan apron/celemek.

Usahakan memakaikan masker di mulut dan hidung korban.

Kenakan masker untuk menutupi mulut dan hidung korban. Hal ini untuk mengurangi risiko infeksi.

Berikan pertolongan pertama sesuai kondisi pasien.

Lakukan pertolongan pertama pada pasien sesuai kondisi yang dialami. Ada beberapa catatan khusus untuk memberikan pertolongan resusitasi pijat jantung pada orang yang diduga henti jantung/henti napas. Saat memeriksa apakah korban bernapas, jangan gunakan telinga atau tangan untuk menilai pernapasan. Cukup lihat ada atau tidaknya pengembangan dada. Jika dada tidak mengembang, anggap pasien tidak bernapas. Ingat, jangan berikan napas buatan. Cukup lakukan pijat jantung secara efektif.

Lepaskan APD dan cuci tangan.

Lepas dan buang APD yang Anda gunakan. Jika ada APD yang bukan sekali pakai, cuci dengan alkohol atau sabun segera. Lakukan cuci tangan enam langkah dengan alkohol atau air sabun.

Demikian tips singkat pertolongan pertama di era pandemi Covid-19. Harapannya agar para korban dapat mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan dan para penolong tetap aman. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Referensi:

-First aid during the coronavirus (Covid-19) pandemic, cited October 13th, available at https://www.hse.gov.uk/coronavirus/first-aid-and-medicals/first-aid-certificate-coronavirus.htm

-Covid-19 and first aid, cited October 13th, 2020 available at https://www.redcross.org.uk/first-aid/learn-first-aid/covid-19-guidance

0 Komentar

PRESTASI

logo_paripurna_syariah_rsiy_pdhi-min

JADWAL DOKTER

No upcoming events for today

Agenda / Event