Mencegah Demam Berdarah Saat Musim Hujan Tiba

Mencegah Demam Berdarah Saat Musim Hujan Tiba

Tentunya kita sering mendengar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), jangan bosan untuk berusaha mengendalikan nyamuk Aedes aegypti karena penyakit ini tidak pernah berhenti mengancam seluruh anggota keluarga kita. Sebelum jatuh korban, kita cegah mulai sekarang dengan mengusirnya dari rumah kita. Nyamuk Aedes aegypti ini siklus hidupnya tergantung pada musim.

Ketika musim penghujan nyamuk tersebut dapat berkembang pesat karena banyak terjadi genangan air dimana-mana. Sebaliknya, pada musim kemarau, populasinya akan mengalami penurunan. Akan tetapi ketika musim peralihan, yakni dari kemarau ke musim hujan populasinya akan meningkat lagi. Nyamuk yang tinggal di daerah tropis seperti di daerah kita ini hanya perlu waktu 7 hari sampai 10 hari saja untuk berkembang biak, mulai dari telur, jentik, pupa/ kepompong hingga menjadi nyamuk dewasa. Oleh karena itu jangan heran jika populasinya seperti tiada henti.

Beberapa cara untuk mengendalikan populasi nyamuk dapat dilakukan, dari cara fisik, biologi hingga kimia. Perlu diingat bahwa cara kimia adalah cara yang paling akhir setelah cara fisik dan biologi dilakukan tetapi hasilnya tidak bermakna, karena bahan kimia yang digunakan juga akan berdampak negatif pada kita dan lingkungan jika penggunaannya tidak dibatasi dan menjadi kebiasaan kita. Untuk itu perlu kita ketahui bersama bagaimana mengendalikan nyamuk dengan mengusirnya dari rumah kita dengan cara fisik dan biologi yang ramah lingkungan.

Mencegah Demam Berdarah dengan 3M

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Jangan lupakan cara 3M plus, menguras bak/ tampungan air minimal 1 minggu sekali, menutup semua tampungan air yang ada, mengubur barang-barang bekas, dan M plus lainnya seperti mengecek talang air apakah ada genangan air, memeriksa lingkungan rumah kita apakah ada tempat untuk bertelur nyamuk (dongklak bambu, pagar yang mungkin dapat digenangi air).
  2. Pasang kassa nyamuk di jendela rumah anda dan apabila anda suka membuka pintu, pasanglah pintu tambahan berupa pintu teralis yang dapat dipasang kassa nyamuk. Dengan cara ini sirkulasi udara di rumah anda tetap lancar dan nyamuk pun tidak bisa masuk.
  3. Jangan biasakan menggantung terlalu banyak pakaian dan menumpuk barang-barang di kamar. Nyamuk senang bersembunyi di tumpukan barang dan kain yang bergelantungan.
  4. Kalau belum memasang kassa nyamuk, tutuplah pintu dan jendela pada sore hari menjelang malam (kira-kira jam 17.00 – 19.00) dan jangan buka pintu dan jendela di pagi hari sebelum sinar matahari bersinar (sekitar jam 04.00 – 05.00), karena biasanya pada jam-jam ini nyamuk mulai beraksi untuk masuk ke dalam rumah.

Tanaman Pengusir Nyamuk

Cara  biologi yang dapat dilakukan adalah dengan memasang tanaman pengusir nyamuk, seperti:

Zodia

Tanaman yang berasal dari Papua ini memiliki daun pipih panjang berwarna hijau kekuningan. Zat evodiamine dan rutaecarpine yang terkandung di tanaman ini tidak disukai nyamuk. Aroma wangi ini akan tercium saat terhirup angin.

Lavender

Bunga tanaman ini berwarna ungu, cara menggunakan bunga ini agar kulit kita tidak digigit nyamuk adalah dengan menggosok-gosokkan bunganya pada kulit kita.

Geranium

Geranium mengandung geraniol dan sitronelol yang menyebabkan nyamuk tidak mau mendekat. Cara memanfaatkan tanaman ini adalah dengan ditempatkan di tempat yang terkena tiupan angin, karena aroma geranium akan tercium bila daunnya saling bergesekan.

Serai

Tanaman yang termasuk bangsa rumput-rumputan ini tidak disukai nyamuk karena adanya zat geraniol dan sitronelol.

Rosemary

Daunnya berbentuk jarum dan memiliki bunga ungu kecil. Dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk dengan menggosok-gosokkan daunnya ke kulit. Aroma yang dihasilkan mirip dengan aroma minyak kayu putih. Aroma ini dapat mengacaukan penciuman nyamuk.

Demikian beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk Aedes aegypti sehingga kejadian penyakit Demam Berdarah dapat berkurang.

0 Komentar