Mengenal Dispepsia Secara Lengkap

Mengenal Dispepsia Secara Lengkap

Oleh: dr. Imam Manggalya A

Dispepsia adalah suatu kumpulan gejala penyakit saluran cerna khususnya lambung dengan gejala berupa rasa nyeri/ tidak enak di ulu hati, mual, muntah, rasa penuh di ulu hati, sebah, sering sendawa, dan rasa cepat kenyang. Gejala lain yang lebih spesifik yaitu rasa panas di dada (heartburn) yang juga merupakan salah satu manifestasi klinis dari penyakit ini yang diakibatkan karena adanya refluks gastroesofagus atau naiknya asam lambung berlebihan ke kerongkongan.

Dispepsia merupakan salah satu penyebab tersering pasien memeriksakan dirinya ke dokter. Dan selama ini kita terbiasa menggunakan istilah ‘maag’ untuk menamakan keluhan – keluhan yang sering muncul. Derajat nyeri ulu hati dapat bervariasi, dari mulai rasa tidak enak, sebah, hingga yang paling berat dapat menyebabkan mual – muntah bahkan tidak mampu beraktivitas karena nyeri yang hebat.

Data statistik menunjukkan bahwa dispepsia terjadi pada sekitar 50% populasi, wanita lebih banyak, dan usia sangat bervariasi mulai dewasa muda hingga manula. Lebih dari 80 % dispepsia adalah dispepsia non-ulkus.

Penyebab Dispepsia

Ditinjau dari penyebabnya dispepsia bisa dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Organik; penyebabnya telah diketahui dengan jelas dengan pemeriksaan penunjangdisebabkan oleh ulkus (perlukaan) lambung, ulkus usus 12 jari, radang pankreas, radang empedu, dan lain – lain yang dapat dipastikan dengan pemeriksaan penunjang melalui USG, Rontgen, CT Scan, Endoskopi.
  2. Non organik/fungsional; tidak ada kelainan organik (tidak jelas penyebabnya).

Perlu diingat bahwa nyeri ulu hati pertama kali pada usia lebih dari 45 tahun biasanya disebabkan oleh kelainan organik yang membutuhkan pemeriksaan lanjut.

Gejala Dispepsia

Para ahli membagi gejala – gejala dispepsia ini dalam beberapa kelompok:

  1. Tipe refluks; rasa terbakar pada epigastrium, dada,  atau regurgitasi dengan gejala perasaan asam di mulut.
    2. Tipe dismotilitas; nyeri epigastrium bertambah sakit setelah makan, disertai kembung, cepat kenyang, rasa penuh setelah makan, mual atau muntah, bersendawa dan banyak flatus.
  2. Tipe ulkus;nyeri epigastrium yang mereda bila makan atau minum antasida dan nyeri biasanya terjadi sebelum makan dan tengah malam. Dapat disertai tanda – tanda perdarahan seperti buang air besar hitam atau muntah darah.
  3. Non-spesifik; yang tidak bisa digolongkan dalam satu kategori di atas

Penyebab Utama

Penyebab tersering penyakit dispepsia ini antara lain:

  • Mukosa lambung terlalu sensitif terhadap asam  lambung
  • Regurgitasi asam lambung
  • Iritasi lambung (gastritis)
  • Ulkus gaster/duodenum
  • Kanker lambung
  • Infeksi Helicobacter pylori
  • Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
  • Intoleransi laktosa (tidak mampu mencerna susu)
  • Obat antiinflamasi, antirematik, penghilang nyeri (steroid, non steroid), jamu-jamuan
  • Obat antibiotik tertentu
  • Stress psikologis (cemas, depresi, dikejar – kejar KPK)
  • Aerofagi (banyak menelan udara)

Makanan yang Harus Dihindari

Bila anda mengalami satu atau lebih gejala – gejala dispepsia, ada beberapa makanan/ minuman yang sebaiknya dihindari seperti:

  • Banyak gas dan serat : sayuran (sawi, kol), buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon, kedondong, buah yang dikeringkan), minuman bersoda.
  • Perangsang keluarnya asam lambung: kopi, minuman beralkohol 5-20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu.
  • Makanan yang sulit dicerna sehinggamemperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan asam lambung : makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju
  • Perusak dinding lambung: cuka (asam) dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang.
  • Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan: alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan.
  • Kegiatan yang meningkatkan gas didalam lambung: makan permen karet serta merokok

Pengobatan Dispepsia

Pengobatan dispepsia secara medis yang murah, tersedia luas, dan efek samping jarang, dapat dibeli di apotek meliputi:

  • Antasida
  • Obat anti sekresi(antagonis reseptor H2 seperti Ranitidine, Cimetidine)

Sedangkan pengobatan yang harus dengan advis dari dokter yaitu:

  • Obat penyekat pompa proton (Omeprazole, Lansoprazole)
  • Obat promotilitas(Metoclopramide, Cisapride dan Domperidone)
  • Sukralfat
  • Antibiotik untuk Helicobacter pylori

Beberapa penyakit lain juga dapat memiliki gejala yang mirip dengan dispepsia seperti radang usus buntu, angina / nyeri dada, nyeri haid, dan lain sebagainya, oleh karenanya sangat dianjurkan bagi pasien untuk segera berkonsultasi dengan dokter bila mengalami keluhan maag yang sering kambuh-kambuhan, buang air besar hitam, nyeri perut yang hebat, atau disertai dengan muntah agar diagnosis bisa ditegakkan dan pengobatan bisa segera dilakukan sebelum terjadi komplikasi lanjut.

0 Komentar

PRESTASI

logo_paripurna_syariah_rsiy_pdhi-min

JADWAL DOKTER

No upcoming events for today

Agenda / Event