Waspadai Penyakit Musim Hujan dan Pancaroba

Waspadai Penyakit Musim Hujan dan Pancaroba

Musim pancaroba adalah masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yaitu sekitar bulan September atau dari musim hujan ke musim kemarau yaitu sekitar bulan April. Perubahan udara dan temperatur akan berpengaruh pada tubuh yaitu tubuh akan berusaha beradaptasi dengan perubahan fisik sekitar sampai membuat daya tahan tubuh menurun. Selain itu perubahan temperatur adalah salah satu kondisi yang memicu virus dan bakteri untuk berkembang biak lebih cepat.

Musim pancaroba berkaitan erat dengan beberapa gangguan kesehatan:

1. Gangguan saluran nafas

Perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Gejala awalnya berupa batuk, pilek, demam (infeksi saluran nafas atas/ISPA). Pada ISPA biasanya terjadi demam. nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan, mata merah, batuk dan pilek. ISPA dapat berupa radang hidung (rhinitis), radang sinus (sinusitis), radang tenggorokan (faringitis), radang amandel (tonsillitis), radang laring (laringitis). Selanjutnya bila peradangan berlanjut dapat terjadi bronkhitis (radang saluran nafas bagian bawah). Peradangan saluran nafas disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Selain infeksi kuman, penyakit alergi seperti asma dan rhinitis alergika juga sering muncul. Pada peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau yang berudara dingin dan kering serta banyak debu memicu kekambuhan asma.

2. Gangguan saluran pencernaan

Diare adalah gangguan pencernaan yang biasanya muncul pada musim pancaroba dan awal musim hujan. Diare ditandai dengan keluarnya buang air besar dengan frekuensi lebih dari 3x sehari dan konsistensi tinja cair. Diare yang terus menerus apalagi disertai dengan demam dan muntah, dapat menyebabkan terjadinya kehilangan cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan kehilangan elektrolit, sehingga tubuh menjadi lemah. Penderita dalam keadaan ini harus diberikan cairan pengganti yang mengandung elektrolit, misalnya oralit apabila penderita masih bisa minum per oral. Tetapi bila kondisi sangat lemah (dehidrasi berat), maka harus diberikan cairan intravena di rumah sakit dan diobservasi kondisinya lebih lanjut jangan sampai terjadi syok. Infeksi pencernaan ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau amuba.

Gangguan pencernaan yang lain adalah penyakit demam tifoid atau tifus abdominalis. Merupakan infeksi dan peradangan pada usus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhosa. Gejalanya demam lebih dari 7 hari, biasanya dimulai dengan panas nglemeng yang makin hari makin meninggi terutama malam hari dengan gangguan pencernaan (mual, muntah, diare atau obstipasi/tidak buang air besar beberapa hari dan keras) serta gangguan kesadaran (kesadaran menurun, mengigau). Bawa penderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang tepat untuk penyakit ini agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut

3. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Di musim pancaroba, demam berdarah dengue bisa jadi mewabah kembali, terutama pada kantong-kantong endemik DBD termasuk di Yogyakarta. Curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi membuat genangan air di beberapa tempat menjadi sarang nyamuk aides aegipty, yang merupakan vektor penyebar virus DBD. Penyakit ini diawali dengan demam tinggi 3 hari kemudian menurun, tetapi kondisi fisik semakin lemah setelah demam hilang. Dapat muncul perdarahan spontan, berupa ptekie (bintik-bintik merah di kulit), mimisan, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna dan perdarahan di tempat lain. Oleh karena itu apabila seorang penderita mengalami demam tinggi 3 hari maka harus diperiksakan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan laboratorium apakah ditemukan tanda DBD (penurunan trombosit dan kenaikan hematokrit). Penderita DBD memerlukan intake cairan yang banyak untuk mencegah terjadinya syok dan memerlukan pengawasan lebih lanjut yang intensif, sehingga penderita harus dirawat di rumah sakit.

Untuk menghindari gangguan-gangguan kesehatan seperti yang disebutkan di atas, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan dan menjaga tubuh tetap bugar :

  1. Konsumsi makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik selain memerlukan makanan yang cukup jumlahnya juga memenuhi semua unsur gizinya : karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral
  2. Cukup istirahat. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh kita. Tidur 6-8 jam sehari memberikan tubuh kita istirahat yang cukup.
  3. Olahraga teratur. Usahakan berolahraga minimal 3 kali seminggu selama 30 menit, dan pilih olahraga yang bersifat aerobik (berjalan kaki, bersepeda, jogging, senam aerobik, treadmill).
  4. Mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan ini sangat baik untuk menghindarkan diri dari kuman. Pastikan tangan bersih terutama sebelum makan dan sebelum memegang anak-anak.
  5. Kelola stress dengan baik. Karena dengan stress tubuh akan bereaksi dengan sulit tidur, berkurangnya nafsu makan, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh.
  6. Banyak minum minimal 8 gelas sehari pada dewasa dengan suhu normal (tidak dingin), untuk memperlancar proses metabolisme tubuh.
  7. Menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai ada genangan-genangan air di sekitar kita yang dapat menjadi sarang nyamuk.
  8. Bila perlu lakukan imunisasi untuk pencegahan influenza, diare virus, atau demam tifoid dengan sebelumnya berkonsultasi ke dokter.

Oleh: dr. Emy Andrini, Kepala Ruang Hemodialisa RSIY PDHI

0 Komentar

PRESTASI

logo_paripurna_syariah_rsiy_pdhi-min

JADWAL DOKTER

No upcoming events for today

Agenda / Event