Keunggulan Operasi Usus Buntu dengan Teknik Laparoskopi

Keunggulan Operasi Usus Buntu dengan Teknik Laparoskopi

Oleh: Tri Budiyatmi, perawat RSIY PDHI

Apendiksitis adalah suatu peradangan pada appendiks yang lebih populer dikenal dengan nama usus buntu. Usus buntu adalah sebuah organ yang menyerupai tabung sepanjang 1,5 cm yang terhubung ke usus besar. Tidak ada yang benar-benar yakin apa fungsi apendiks, namun satu hal yang diketahui bahwa kita bisa hidup tanpa apendiks.

Bagaimana pun, jika usus buntu sudah mengalami peradangan, ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan operasi yang cepat untuk mengangkat appendiks. Tanpa diobati, usus buntu yang meradang akhirnya akan pecah, dalam istilah medis disebut perforasi. Jika sudah pecah, usus buntu akan mengeluarkan isinya ke dalam rongga perut. Hal ini dapat menyebabkan peritonitis, sebuah peradangan serius dari rongga lapisan perut (peritoneum) yang bisa berakibat fatal kecuali jika ditangani dengan cepat dan diberi antibiotik yang kuat.

Radang usus buntu terkadang berisi nanah yang dapat pecah keluar usus buntu dan akan membentuk jaringan parut. Jaringan parut dan abses inilah yang membuat apendiks menjadi bengkak dan tersumbat. Sehingga kasus apendisitis akut diperlakukan darurat, yaitu membutuhkan pembedahan sebagai bentuk penanganannya meskipun belum sampai perforasi.

Penyebab Usus Buntu

Usus buntu bisanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Akan tetapi faktor pencetusnya ada beberapa, yaitu penyumbatan pada saluran lapisan saluran appendiks oleh timbunan tinja, penyakit, cacing, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan pembesaran jaringan limfoid. Orang yang mengalami radang usus buntu memiliki gejala antara lain mual, muntah, panas dan nyeri perut kanan bawah.

Jika sudah dipastikan bahwa pasien tersebut mengalami radang usus buntu, maka langkah pengobatan utama adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu, atau yang dikenal dengan istilah appendektomi. Terdapat dua cara dalam melakukan appendektomi, yaitu secara laparoskopi atau operasi lubang kunci, dan bedah terbuka atau laparotomi.

Operasi Laparoskopi

Pada artikel ini, kami bahas mengenai teknik laparoskopi. Operasi usus buntu dengan teknik laparoskopi adalah operasi dengan prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan dengan sayatan kecil di dinding perut. Sayatan kecil ini digunakan untuk memasukkan alat bedah khusus yang dilengkapi kamera untuk mengangkat usus buntu. Operasi ini lebih disukai karena proses pemulihannya lebih singkat dan sangat dianjurkan pada penderita lansia atau obesitas.

Persiapan Operasi Usus Buntu

Sebelum dilakukan tindakan laparaskopi, pasien dilakukan cek darah, EKG, dan Rongent. Setelah hasil dari cek darah, EKG dan rongen normal, pasien disiapkan untuk tindakan laporaskopi. Persiapannya di antaranya adalah pasien puasa 6-8 jam, penyukuran bulu kemaluan, pembiusan, pemasangan selang urin, pembersihan pada daerah perut dengan antiseptic, pemasangan ground, dan persiapan alat. Setelah dilakukan antiseptic pada perut lalu dilakukan penutupan bagian tubuh pasien dengan kain steril, kecuali daerah yang mau dioperasi. Setelah itu dilakukan tindakan operasi dengan teknik laporaskopi.

Sebenarnya, penggunaan teknik laporaskopi ini memiliki banyak keunggulan dibanding dengan bedah terbuka. Di antaranya, rasa sakit lebih diminimalkan tidak seperti pada operasi pada umumnya, pendarahan minimal, proses penyembuhan lebih cepat dan lebih sedikit menimbulkan rasa stress pada tubuh dan komplikasi.

Pemulihan Operasi Singkat

Selain itu, proses pemulihan pasca apendektomi pada bedah laparoskopi lebih singkat dibanding bedah terbuka. Pasien dapat pulang dari rumah sakit beberapa hari pasca operasi. Namun jika terjadi komplikasi saat operasi, maka perawatan di rumah sakit dapat berlangsung lebih lama. Selama masa pemulihan, pasien tidak diperbolehkan mengangkat beban yang berat, dan dianjurkan untuk tidak berolahraga dahulu selama sekitar 6 minggu. Setelah itu, pasien dapat kembali beraktivitas secara normal.

Di RSIY PDHI, sudah dapat melayani operasi laporaskopi pada kasus radang usus buntu (appendiksitis) dan batu empedu (cholelitiasis), baik pasien umum maupun pasien BPJS.

0 Komentar

PRESTASI

logo_paripurna_syariah_rsiy_pdhi-min

JADWAL DOKTER

No upcoming events for today

Agenda / Event